Senin, 04 Maret 2013

sejarah perkembangan filologi



Sejarah Perkembangan Filologi
Kebudayaan Yunani lama merupakan salah satu unsur kebudayaan yang sangat besar pengaruhnya dalam unsur kehidupan masyarakat Barat. Hal ini dirasakan dalam berbagai aspek mulai kehidupan yang tersimpan dalam naskah lama milik bangsa itu. Cabang ilmu yang mempunyainya membuka unsur-unsur yang berakar pada kebudayaan Yunani lama itu adalah Filologi.
Filologi Yunani lama merupakan alat yang penting untuk menyajikan kebudayaan Yunani masa itu, bahkan sampai karang masih tetap berperan dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai sumber ilmu pengetahuan. sebab kebudayaan ini tidak saja berperan di belahan dunia barat, tetapi juga berpengaruh luas di seantero dunia. Disamping itu filologi pun berakar dari kebudayaan Yunani kuno.
Atas dasar itulah maka perlu dijelaskan proses perkembangan filologi, sebagai berikut:
a.       Filologi di Eropa daratan
b.      Filologi di kawasan Timur Tengah
c.       Filologi di kawasan Nusantara

A.    Awal pertumbuhan filologi di Eropa Daratan
Filologi tumbuh dan berkembang di wilayah Yunani, yakni tepatnya di kota Iskandariah yang terkenal di Mesir, Afrika Utara. Dari kota ini, filologi berkembang dan  meluas ke Eropa Daratan dan dunia lainnya.
Awal kegiatan filologi di kota Iskandariah dilakukakn bangsa Yunani pada abad ke 3 S.M. Mereka berhasil membaca naskah Yunani lama yang tertulis dalam huruf bangsa Funisia. Naskah tersebut menggunakan bhan daun papirus dengan cara merekam tradisi lisan yang mereka miliki sebelumnya. Naskah-naskah tersebut disalin dan mengalami perubahan dari bentuk aslinya.
Pada abad yang sama di kota Iskandariah juga berdiri pusat ilmu pengetahuan, dimana para ahli bnyak melakukan kegiatan studi naskah-naskah lama. Aktivitas para ilmuan itu berpusat di perpustakaan yang menyimpan sejumlah besar naskah yang berisi berbagai ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Filsafat, Kedokteran, Sastra, Ilmu Perbintangan, Ilmu Hukum, dan lain sebagainya. Bentuk naskah dari papirus yang tergulung ditulis pada satu sisi dengan benda runcing. Akibatnya agak sulit untuk dilihat kembali bagian yang sudah dibaca karena penulisan naskah ini tidak diberi nomor halaman.
Perpustakaan itu bertempat dalam suatu bangunan yang pada waktu itu dinamakan dengan “museum”. Dan para peneliti atau peggarap naskah-naskah itu dikenal dengan sebutan ahli filologi. Dan orang pertama memakai nama itu adalah Erastotheres.
Untuk memahami isi naskah seseorang harus mengenal huruf, bahasa dan ilmu yang dikandungnya. Karena para ahli filologi pada waktu itu benar-benar memiliki ilmu yang sangat luas, maka setelah membaca dan memahami isinya mereka menulisnya kembali dalam huruf dan bahasa yang dapat difahami rakyat kebanyakan, sehingga kebudayaan Yunani yang memiliki nilai yang luhur dikenal oleh masyarakat.
Dalam upaya menggali khasanah ilmu pengetahuan yang dikandung naskah-naskah itu, mereka menggunakan suatu metoda yang kemudian dikenal dengan nama alat filologi. Metoda ini pada tahap awal mereka terapkan untuk memperbaiki huruf, bacaan, ejaan, bahasa dan tulisan, kemudian disalin dalam keadaan yang mudah dibaca dan bersih dari berbagai kesalahan. Para ahli filologi periode pertama ini dikenal dengan “Mazhab Iskandariah”.
Selain untuk tujuan penggalian ilmu pengetahuan Yunani Lama kenyataannya kegiatan filologi juga dimanfaatkan dalam transaksi bisnis. Untuk kegiatan perdagangan semacam ini biasanya penyalin naskah terkadang dilakukan oleh para budak belia, yang memang masa itu masih banyak dan mudah didapat. Sebenarnya dari proses penyalin seperti inilah besar kemungkinan terjadinya penyimpangan- penyimpangan dari bahan yang disalin. Hasil penyalinan pada budak belia ini kemudian dipasarkan di sekitar Laut Teng sudah bisa dibayangkan akibatnya bahwa proses penyalinan yang berulang-ulang ini terhadap naskah-naskah yang menyimpang semakin banyak naskah yang jauh dari teks aslinya. Ini artinya bahwa salin menyalin naskah dengan tulisan tangan mudah menimbulkan bacaan yang rusak karena :
a.       Ada unsur kesengajaan
b.      Penyalin kebetulan bukan ahli dalam ilmu yang ada dalam naskah yang ditulisnya itu
c.       Ada unsur keteledoran atu kelalaian penyalin
Bahan-bahan yang ditelaah pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan metode filologi, antara lain karya sastra Homerus. Tulisan plato, dan karya sastra lain yang dipandang tinggi mutunya.
Setelah Iskandariah jatuh dibawah pengaruh Roma kegiatan peneliti filologi berpindah ke Eropa Selatan yang berpusat di kota Roma. Abad ke 1 M, merupakan masa perkembangan tradisi Yunani dalam bentuk referensi terhadap naskah-naskah tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar